Indonesia kembali mengukuhkan posisinya di mata dunia dengan menempati peringkat teratas sebagai destinasi island-hopping atau jelajah pulau terbaik untuk tahun 2025. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh penyedia layanan tur Island Hopping, negara kepulauan ini dinilai memiliki peluang eksplorasi yang tak tertandingi. Dengan lebih dari 6.000 pulau berpenghuni, para pelancong dimanjakan oleh opsi destinasi yang seolah tak ada habisnya. Tak hanya jumlah pulau yang masif, Indonesia juga tercatat memiliki lebih dari 45.000 atraksi wisata yang tersebar di seluruh penjuru negeri, menjadikannya surga bagi mereka yang gemar berpetualang dari satu pulau ke pulau lain.

Faktor keterjangkauan menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak. Laporan tersebut menyoroti rata-rata biaya penyeberangan feri di Indonesia yang hanya berkisar $9,90 (sekitar Rp150.000), sebuah angka yang sangat ramah di kantong dibandingkan destinasi global lainnya. Didukung oleh iklim tropis yang hangat dengan suhu rata-rata puncak musim panas mencapai 31°C, wisatawan dapat menikmati aktivitas luar ruang dengan nyaman. Kombinasi antara biaya murah, kekayaan budaya, dan bentang alam yang memukau membuat Indonesia berhasil menarik sekitar 13,9 juta pengunjung setiap tahunnya.

Persaingan Sengit di Asia Tenggara

Pesona Asia Tenggara memang mendominasi daftar ini, di mana Filipina dan Thailand juga masuk dalam jajaran elit destinasi terbaik. Filipina berada di posisi kedua dengan keunggulan air lautnya yang jernih dan kekayaan biota laut di antara 2.000 pulaunya. Dengan biaya feri sekitar $14, Filipina juga menawarkan tingkat keamanan yang cukup baik dengan skor 57, sedikit mengungguli Indonesia dalam aspek tersebut. Sementara itu, Thailand menempati peringkat ketiga. Meski jumlah pulau berpenghuninya lebih sedikit, sekitar 47 pulau, Negeri Gajah Putih ini mengimbanginya dengan infrastruktur pariwisata yang matang dan lebih dari 33.000 atraksi wisata. Biaya transportasi antar-pulau di Thailand memang cenderung lebih mahal, rata-rata $45, namun hal ini sebanding dengan fasilitas resor mewah dan kehidupan malam yang ditawarkan.

Surga Kuliner di Jantung Ibu Kota

Setelah puas menjelajahi keindahan bahari nusantara, para pelancong dapat melabuhkan diri di Jakarta untuk menikmati petualangan rasa yang tak kalah memikat. Jakarta Selatan, khususnya, telah lama dikenal sebagai pusat gaya hidup dan kuliner yang menawarkan beragam opsi, mulai dari jajanan kaki lima legendaris hingga restoran berkelas. Kawasan ini seolah menjadi “kawah candradimuka” bagi aneka cita rasa, baik lokal maupun internasional, yang siap memanjakan lidah siapa saja yang berkunjung.

Cita Rasa Nusantara yang Melegenda

Bagi pemburu kuliner otentik, kawasan Panglima Polim menyimpan permata tersembunyi bernama Sate Apjay dan Nasi Goreng Kebuli Apjay. Uniknya, kedua penjual ini menempati lokasi terpisah namun saling berhadapan. Sate Apjay tersohor berkat potongan daging dada ayamnya yang besar dan empuk, berbeda dari sate pada umumnya. Sementara di seberangnya, aroma rempah kuat menyeruak dari Nasi Goreng Kebuli Apjay yang menawarkan pilihan daging kambing atau ayam dengan bumbu kebuli yang khas.

Bergeser sedikit ke Jalan Cipete Raya, terdapat RM Pagi Sore yang namanya sudah tak asing lagi bagi pencinta masakan Padang. Berdiri sejak 1973, restoran ini mempertahankan kualitas dengan menggunakan bahan baku premium. Salah satu menu andalannya adalah rendang daging yang bisa dipesan dalam porsi satuan hingga kemasan satu kilogram. Harga yang ditawarkan memang bervariasi mulai dari Rp11.000 hingga Rp300.000-an, namun sebanding dengan kenikmatan gulai otak, ayam goreng, maupun dendeng yang disajikan. Tidak jauh dari situ, ada pula Ikan Bakar Cianjur di Jalan Cipete Raya Nomor 35 yang cocok untuk makan tengah bersama keluarga. Menu gurame, nila, dan lele bakar menjadi primadona dengan kisaran harga Rp70.000 hingga Rp130.000.

Menu Sarapan dan Hidangan Khas Daerah

Untuk urusan sarapan, Ketoprak Ciragil di Kebayoran Baru adalah destinasi wajib. Kedai yang buka dari pagi hingga sore ini menawarkan variasi ketoprak yang tidak biasa, mulai dari penggunaan telur asin, telur pindang, hingga telur dadar. Seporsinya dibanderol mulai Rp25.000 sampai Rp40.000, tergantung topping yang dipilih. Sementara itu, bagi mereka yang merindukan pedasnya masakan Sulawesi, Restoran Cak Tu Ci di Jalan Panglima Polim V, Melawai, adalah jawabannya. Restoran Manado ini menyajikan olahan ikan segar seperti bobara dan baronang yang dimasak woku belanga atau bakar rica, dengan harga mulai dari Rp35.000. Ikan cakalang di sini juga menjadi menu yang sangat direkomendasikan.

Sentuhan Modern dan Internasional

Jakarta Selatan juga mengakomodasi selera anak muda dan penyuka makanan barat. Warunk Upnormal, yang memiliki cabang di Jalan RS Fatmawati Raya, menjadi tempat nongkrong favorit dengan kreasi mi instan yang inovatif. Menu-menu unik seperti Indomie Telur Kornet Goreng, Indomie Triple Cheese, hingga Indomie Rebus Nuklir yang super pedas dijual dengan harga terjangkau, yakni kisaran Rp20.000 hingga Rp40.000. Tempat ini menjadi opsi sempurna saat musim hujan atau tanggal tua.

Di sisi lain, bagi yang menginginkan suasana lebih elegan dengan menu internasional, Basilico di Kebayoran Lama menghadirkan cita rasa Italia yang autentik. Restoran ini memanjakan pengunjung dengan aneka pasta berkualitas seperti Ravioli al Funghi, Lasagna alla Bolognese, hingga Spaghetti Alle Vongole. Dengan harga mulai dari Rp88.000 hingga Rp200.000 per porsi, Basilico menawarkan pengalaman bersantap yang nikmat di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan, melengkapi perjalanan wisata dari pulau tropis hingga ke meja makan ibu kota.